Showing posts with label ARTIKEL BATAK. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL BATAK. Show all posts

Tuhan Tidak Pernah Menjanjikan Bahwa Jalan Hidupmu Akan Selalu Mudah Tapi Tuhan Akan Selalu Bersama Dengan Orang-Orang yang Sabar.


Tuhan memang tidak pernah memanjikan bahwa jalan  hidupmu akan mulus-mulus saja dan selalu indah. Namun Tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu. Tuhan akan selalu bersamamu terlebih lagi jika kau adalah orang yang sabar. Tuhan akan selalu menolongmu, walau dalam keadaan terpuruk sekalipun. Karena cobaan-cobaan yang Tuhan beri tidak akan melampaui kekuatan manusia. Kuncinya adalah, meski dalam keterpurukan tetaplah bersabar dan meminta ampun hanya kepada Tuhan. Sesulit apapun masalahmu Tuhan begitu dekat denganmu namun terkadang kau sendiri yang menjauh dari-Nya. Kau yang menjauh sehingga kau merasa sendiri dan merasa bahwa tidak seorangpun yang peduli kepadamu saat kau dalam masalah.

Tuhan Tidak Pernah Jauh Tetapi Justru Kitalah Yang Terkadang Menjauh.

Bersabar dalam menghadapi apapun karena cobaan dan masalah itu milik manusia. Tak ada satu pun manusia yang akan terlepas dari masalah oleh sebab itu jangan pernah lupa untuk berdoa dan tidak pernah lupa meminta pertolongan-Nya.

Tuhan Tidak Pernah Berjanji  Jalan Hidupmu Akan Baik-baik Saja Namun Jika Kau Bersabar Maka Tuhan Akan Senantiasa Membuatmu Baik-baik Saja

Dalam kehimpitan masalah,hanya  kepada Tuhanlah manusia meminta pertolongan. Jadikanlah sabarmu sebagai penolong karena orang yang bersabar pasti akan ditolong. Tuhan akan memberikan jalan untuk orang-orang yang bersabar dan Tuhan akan selalu melindungi orang yang senantiasa berseru kepadaNya. Maka tak ada lain kcuali bersabar untuk melalui hidup ini.

Selalu Ada Pertolongan Dari Tuhan, Tetap Andalkan Tuhan

Setiap masalah harus tetap dihadapi, bukan malah lari dari masalah. Harus selalu bersabar dan percaya bahwa apapun masalahmu kau pasti bisa melewatinya. Imani saja bahwa akan selalu ada pertolongan Tuhan bagi orang yang bersabar, oleh sebab itu selalu andalkan Tuhan dalam keadaan apapun.

Tuhan Tidak Pernah Salah Dalam Memberikan Takdir

Setiap manusia memiliki porsi masalah yang berbeda. Cerita hidup adalah jalan terbaik yang diberikan Tuhan untukmu. Sedihmu, sakitmu, kecewamu segalanya Tuhan mengetahuinya. Pasrahkan saja dan teruslah berdoa, maka Tuhan akan beri kemudahan dalam setiap kesulitan. Karena dalam setiap masalah pasti akan ada suatu hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil. Segala sesuatu akan indah pada waktunya.
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Terima Menantu Seadanya Sebab Dia Pilihan Anak Anda, Jangan Bebankan Mental, Emosi Dan Perasaan Menantu Hanya Kerana Dia Bukan Pilihan Anda.


Ramai menantu terutamanya menantu perempuan yang mungkin tak sebulu atau susah nak serasi dengan ibu mertua atas alasan kerana suami jenis anak mak atau disebabkan mertua terlalu cerewet. Payah dan tak seronok kalau menantu perempuan jenis tak ‘sekepala’ mertua. Akan ada sahaja perkara yang tidak kena di mata ibu mertua. Sudah tentulah rumah tangga akan sentiasa ‘panas’ dan bergolak.

Buat ibu mertua pula, usahlah terlalu ikut hati. Restuilah pilihan anakmu. Doakan kebahagiaan rumah tangga anak menantu.

Ikuti perkongsian yang dipetik dari catatan Firdaus Shakirin di laman Facebooknya.

“Mak, isteri saya tu, mungkin bukan seperti yg mak impikan, yg mak bayangkan, yg mak harapkan, tapi dia pilihan saya”

“Saya terima baik buruk dia, kekurangan, kelemahan dia seadanya dirinya, dan saya harap, mak pun sama, dapat terima…”

Entah kenapa…masih ada segelintir mertua yg xdpt menerima siapa menantunya seadanya diri menantunya itu walhal menantunya itu adalah seseorang yg merupakan pilihan anaknya sendiri…buah hati anaknya…cinta anaknya…

JANGAN BANYAK TANYA

“Kenapa bini kau bangun lambat?” semalam anak buat perangai mak, dia xbleh tdo…”kenapa bini kau balik keje lewat?” dia ada meeting mak, pastu jem, sbb tu dia lewat sampai…”kenapa bini kau dduk dlm bilik” dia menyusu anak mak, xkan nk menyusu kat ruang tamu, abg nmpk nnt…

Kenapa…kenapa…kenapa…

Byk perkara yg mertua boleh persoalkan semata2 utk mencari kesalahan si menantu…kadang2 ada yg sengaja menyalahkan menantu atas sebab2 yg tidak logik dek akal…kesalahan yg sengaja diada2kan, dibuat2 utk menampakkan buruk si menantu, utk membuatkan anaknya meninggalkan menantunya itu…atas alasan, dia xsuka menantu itu, dia tak sebulu dgn menantu itu, dia tak expect yg dia akan dpt menantu mcm tu…

Expectation dia lebih tinggi…

Tolong terima menantu anda seadanya dirinya…itu pilihan anak anda dan bukannya anda…anak anda yg bakal berkongsi hidup dgnnya, dan bukannya anda…tolong jgn membebankan mental, emosi dan perasaan menantu hanya disebabkan DIA BUKAN PILIHAN ANDA.

KASHOORGA: Doakan sahaja kasih sayang anak menantu terus kembang mekar hingga ke syurga.

Sumber: khadijahbindawood.com
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Bagi Pasangan Suami Istri, Usahakan untuk Tidak Tinggal dengan Mertua, Berumah Sendiri Meski Hanya Ngontrak.


Kondisi ini mampu ditolerir sejauh tidak bersinggungan dengan syari’at allah. Namun ketika dengan tinggalnya menantu dengan mertua malah menghalangi dakwah dan juga pula keistiqomahannya buat ber – islam, sampai hendaknya rumah seseorang diri bertepatan suami maupun istri bakal lebih baik.

Kondisi ini bakal terus jadi runyam apabila pihak mertua benar belum seluruhnya paham agama secara benar sesuai manhaj salaf. Namun sebetulnya, apabila menantu mau bersabar malah mendakwahi mertua secara pelan – pelan dengan hikmah menggambarkan jauh lebih mulia.

Segala ada pertimbangan sesuai rumah tangga masing – masing – masing – masing. Sesuaikan opsi ini dengan keluarga masing – masing – masing – masing biar diberikan jalan tersadu.

Bakal tetapi segala itu menggambarkan opsi, banyak yang hidup dengan orang tua ataumertua malah tetap bahagia dan juga pula tidak bermasalah malah mampu birrul walidain dan juga pula pula mengurus orang tua.

Di sisi lain banyak pula yang pisah dengan orang tua maupun mertua namun tampaknya masih merepotkan orang tua.

Dan juga pula jangan kurang ingat buat tetap memohon petunjuk kepada allah. Insya allah, allah bakal tetap membantu hambanya yang tetap meminta jalan tersadu.

Uji pertama buat kamu yang baru saja menikah: tinggal bertepatan mertua dan juga pula ipar

Di indonesia, menikah masih dikira seperti sesuatu yang harus dijalani oleh masing – masing manusia di masa hidupnya. Ini tentu berbeda dengan anggapan orang di luar negeri yang rata – rata tidak mempermasalahkan apabila seseorang memutuskan buat tidak menikah, karna itu menggambarkan urusan personal.

Seragam kita ketahui, sehabis pernikahan terjalin, sampai kita bakal menempuh sesuatu kehidupan yang baru. Apabila di film – film banyak ditafsirkan bahwa pernikahan menggambarkan sesuatu momentum indah tanpa kasus di sehabis itu hari, pada kenyataannya uji malah langsung datang di hari pertama kamu melepas status lajang: tinggal bertepatan mertua dan juga pula saudara ipar.

Buat kalian yang langsung tinggal di rumah seseorang diri sehabis menikah, silahkan klik icon x di pojok kanan atas browser, karna data ini bukan buat kalian.

Masih ada loh, keluarga besar yang tinggal satu atap

Beruntunglah kamu yang memiliki mertua dan juga pula saudara ipar yang ramah dan juga pula baik. Apakah berarti yang kebagian mertua galak dan juga pula saudara ipar judes tidak beruntung? Tidak pula kok. Sebaik apapun keluarga pasanganmu menerima kehadiranmu seperti anggota keluarga baru mereka, tetap saja ada hal – hal yang tidak mampu kamu miliki tidak cuma tinggal di rumah seseorang diri.

Buat para lelaki, tinggal di rumah mertua bakal membikin diri canggung pada bapak mertua. Ibarat kata, dalam satu goa hanya mampu diisi oleh satu singa jantan maupun alpha male. Meski kamu sudah jadi kepala rumah tangga buat keluarga kecilmu seseorang diri, kehadiran bapak mertua yang nyatanya lebih senior soal rumah tangga bakal membikin kalian sungkan buat berfungsi tanpa persetujuannya.

Jalinan mertua – menantu dapat jadi tidak seerat ayah dan juga pula anak, namun toh mampu dikondisikan

Kebalikannya buat para perempuan, kehadiran ibu mertua cukup membikin hati mudah merasa waswas. Tidak cuma ibu mertua lazimnya lebih tahu soal selera santapan suami dan juga pula lebih jago membuatkan santapan buat seisi rumah, ada kalanya kita merasa tidak lezat hati kalau suatu ketika ibu mertua menegur karna hal – hal sepele tentang kebersihan rumah, misalnya.

Belum lagi jalinan dengan saudara ipar. Lazimnya sih, lebih mudah buat cair dan juga pula berbaur dengan saudara ipar dibandingkan dengan mertua. Namun tetap saja, tentu ada gesekan – gesekan kecil yang jadi bumbu. Terlebih kalau saudara ipar pula sudah menikah dan juga pula memiliki anak. Kondisi rumah yang ramai membikin individu kita pula ikut menyusut.

Serba salah apabila ingin menegur istri namun ada mertua

Tidak cuma hal – hal tersebut, tinggal beramai – ramai di rumah mertua pula membikin kita lebih susah dalam mengatasi permasalahan internal rumah tangga kita. Kebayang tidak, kalau seorang suami jadi sungkan menegur kesalahan istri karna tidak lezat sama mertua? Maupun seorang istri canggung buat sajikan bekal santapan suami karna ibu mertua tetap mengkoreksi olahan – olahan dapur apa saja yang suka maupun tidak disukai oleh suami?

Keseruan mengatur rumah sesuai kemauan kita seseorang diri tentu lebih mengasyikkan daripada disaat tinggal bertepatan mertua

Bagaimanapun pula, memiliki tempat tinggal seseorang diri menggambarkan jalan tersadu buat permasalahan ini, baik mengkontrak rumah ataupun memiliki rumah seseorang diri dengan mencicil. Namun dikala saat sebelum itu mampu terealisasi, kita tentu harus menyesuikan diri buat lebih peka pada kondisi di dekat dan juga pula menjalaninya sebaik dapat jadi. Karna apabila tidak, bukan tidak dapat jadi kita kemudian tekanan benak dan juga pula susah menghadapinya.

Oh, kamu menunggu saya membagikan panduan hadapi kondisi tinggal bertepatan mertua? Guys, panduan saya cuma satu: jalani saja!

Hukum mertua ikut campur dalam rumah tangga

Salah satu permasalahan yang kerap terjalin terhadap pasangan suami istri pada kehidupan sehabis menikah menggambarkan keterlibatan mertua dalam rumah tangga mereka. Hal – hal ini benar sulit dihindari. Sekalipun memutuskan ngontrak maupun membeli rumah seseorang diri, namun itu tidak jadi jaminan. Mertua tetap mampu mengawasi. Terlebih lagi berupaya tetap turut dan dalam masing – masing kasus yang terjalin.

Nah, kira – kira gimana islam memandang hal – hal tersebut? Sebetulnya bolehkah mertua ikut campur dalam rumah tangga ataukah tidak diperbolehkan? Berikut ulasannya.

Dikala saat sebelum memutuskan boleh maupun tidaknya, hendaknya kita mengkaji dulu tentang perkaranya. Mengapa mertua tersebut ikut campur? Apakah buat kebaikan maupun malah berunsur kebencian? Kerap – kali keterlibatan mertua dalam rumah tangga mampu diartikan jadi nasehat, bisapula seperti rasa iri. Ini bergantung pada presepsi masing – masing – masing – masing.

Apabila mertua ikut campur dalam hal – hal kebaikan, misalnya:

Menasehati menantunya tentang ilmu agama
Mengajari trik memasak maupun mengurus anak
Menjelasakan tentang kewajiban suami terhadap istri dalam islam tanpa menggurui
Menarangkan peran wanita dalam islam, guna ibu rumah tangga dalam islam dan juga pula kewajiban wanita sehabis menikah.
Semata – mata memberikan anjuran atas kasus yang terjalin, namun tidak memaksa.
Dan juga jadi tempat keluh kesah.

Sampai aksi – aksi tersebut diperbolehkan. Karna pasangan yang baru menikah pula belum amat mengerti tentang kehidupan rumah tangga, jadi mereka butuh bimbingan buat menghindari perceraian.

Sebaliknya, apabila mertua ikut campur secara kelewatan. Misalnya saja masing – masing hari datang ker rumah anaknya, merasa berkuasa atas anaknya, merendahkan dan juga pula menyangka menantunya tidak becus, maupun terlebih lagi tetap turut dan dalam masing – masing kasus sampai itu hukumnya tidak diperbolehkan.

Di dalam ajaran islam, pasangan yang telah menikah lebih dianjurkan buat tinggal di rumah seseorang diri guna menghindari konflik dengan mertua. Tidak apa – apa meski hanya ngontrak rumah kecil, yang paling utama istri tidak tertekan. Dengan ngontrak rumah sampai pasangan mampu belajar hidup mandiri, berjuang dari dini secara bersama-sama dan juga pula menciptakan kehidupan yang islami.

Namun demikian anak tetap wajib berbakti pada orang tua. Jadi meski telah menikah tidak boleh melupakan orang tua. Kewajiban anak laki-laki terhadap ibunya sehabis menikah dan juga pula kewajiban anak perempuan terhadap orang tua sehabis menikah menggambarkan tetap harus sering menghadiri dan juga pula mendengarkan kedua orang tuanya ataupun mertua.

Batasan mertua ikut campur dalam rumah tangga

Sebagian pendapat mengatakan bahwa tidak mengapa mertua ikut campur dalam rumah tangga asalkan itu dalam hal-hal kebaikan. Apabila mertua benar mempunyai hasrat baik, tentu ia tidak bakal memihak. Entah itu anaknya maupun menantu, mana yang benar tentu dibela. Mertua harus berlagak adil.
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Rumah Tanggaku Hancur Karena FB dan WA, Pelajaran Bagi yang Sudah Menikah.


Awalnya kami cuma saling like status lama kelamaan beralih saling berkirim pesan. Dalam pesan-pesan yang singkat kami pun saling rinci keadaan. Meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak 4 thn, dia tetap manis menanggapinya.

Dari situ, kami teruskan kirim pesan dengan saling berikan Nomor Wa. Kirim foto dan berujung pada janjian adakan pertemuan. aku benar-benar khilaf dan terbuai suasana.

Dia memang lebih ganteng dari suamiku dan tak segan-segan memberikan sepatu, seragam sekolah, seragam olahraga dan tas mahal untuk anakku. Bayangkan untuk membeli barang tersebut dia rela merogoh ATM nya.

Aku begitu terharu. Itulah awal pertemuanku. Hari berikut koment-komentnya mulai sedikit genit dan nakal. Dan anehnya aku makin terhibur dengan inbok-inbok nakalnya. Mulailah setan merayapiku. aku tak segan-segan memberi foto telanjang dada permintaannya. Malam-malam yang ada penuh bunga-bunga bertebaran. Invite WA, FB dan mention twitter begitu berani, vulgar dan menantang birahi.

Aku gak menyangka, meski sudah beranak satu tapi masih ada perjaka yang menyukai. Belum lagi, di profilnya dia merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di jogjakarta. Minggu itu, di pertemuan kedua, kami sudah langsung cek in hotel di kotaku jakarta.

Sebulan dia di jakarta membuat kami sering adakan pertemuan hingga sampai pertemuan ke delapan. 3 bulan berlalu, aku mulai hamil. aku merasa biasa saja. Tapi kedua orang tuaku bingung dan mempermasalahkan. Pasalnya, sudah setahun suamiku kerja di pengeboran lepas pantai luar jawa. Dan sudah pasti tak pernah menyentuhku setahun ini. aku tetap bilang pada mereka, bahwa ini adalah janin suamiku. Tapi kedua orang tuaku tetap menuduhku melakukan serong.

Akhirnya, suamiku pun dituntut pulang. Tanpa basa-basi, suamiku pun cek Wa dan FB ku. aku demikian bingung dan panik. Masih ada pesan-pesan nakal ku di situ. aku menangis sejadi-jadinya.

Menyembah-nyembaah, bertekuk lutut di hadapan suami dan kedua orang tua kandungku.

“Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku kehilangan anak gadis dari pada kehilangan menantu dan cucu sebaik kamu.” kata ibuku “Dan kamu..!” ibu menudingku dengan mata berair. “Pergilah kemana kau mau, sekarang juga. Dan jangan pernah kau tampakkan wajah menjijikkanmu di hadapanku dan keluargaku.” aku keluar rumah dengan tangisan anakku.

Bahkan untuk memelukpun aku tak diizinkan. Ku coba minta pertanggung jawaban dari lelaki itu, namun WA FB nya sudah tak aktif lagi. Ku beranikan diri datang ke jogja kampus dimana dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata tak menemukan nama yang ku maksud.

Aku tunjukkan foto wajahnya, dan ternyata tiada ditemui wajah yang seperti itu. aku menangis sejadi-jadinya. Kandunganku sudah hampir 6 bulan. Uang sangu pun menipis. Tak tahu kemana arah diuntung. Tak tahu Kemana nasib akan menuntun. WA dan FB benar-benar memporak -porandakan rumah tanggaku.

# ibu-ibu, bapak-bapak dan sahabat-sahabat ku yang baik, gunakan Wa FB sesuai kebutuhan dan kemanfaatannya, bila tak ada manfaaatnya jangan malah menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan, maka demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga, berhati-hatilah main FB, chating dan invite WA.

Silahkan share demi kebahagiaan rumah tangga orang-orang terdekat kita. Wallahu’alam bishshawab.
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Jika Istri Ikut Mencari Nafkah, Suami Sering Lupa Akan Kewajibannya.


Istri tidaklah memiliki tanggung jawab mencari nafkah, melainkan suamilah yang mengemban penuh kewajiban tersebut (mencari nafkah) untuk keluarga.

Apabila suami lalai dengan sengaja, maka beberapa ulama menggolongkan kelalaiannya termasuk dalam dosa besar.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“… dan kewajiban ayah memberi makanan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf …” (QS. al-Baqarah: 233)

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorangpun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.” (HR.Muslim)

Akan tetapi, fakta di lapangan tak sedikit istri yang di samping menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, juga ikut berkontribusi menjadi asisten suami sebagai pencari nafkah.

Di luar tugasnya mengurus rumah, yaitu dengan mencari pendapatan tambahan untuk mencukupi kebutuhan suami dan anak-anaknya. Misalnya; membuka warung nasi, pedagang kelontong, menerima pesanan kue, jualan online, dan sebagainya.

Dalam Islam, hukum istri yang bekerja tidaklah wajib, jika itu dilakukan istri pun juga tidaklah dilarang, dalam artian diperbolehkan asalkan memenuhi adab-adab yang Islami.

Namun, kerap kali ketika istri ikut berperan mencari nafkah, dan apalagi jika usaha yang dilakukan istri terlihat lancar dan menghasilkan, suami justru menjadi lengah, leha-leha, berpangku tangan, lupa pada kewajiban utama sebagai kepala rumah tangga yakni menafkahi keluarga.

Melingkupi; mencukupi kebutuhan dapur, membiayai sekolah anak, dan keperluan remeh-temeh lainnya.

Suami menganggap istri telah memiliki pendapatan sendiri, sehingga merasa tidaklah perlu lagi memberikan uang untuk membeli keperluan rumah tangga, biaya pangan, urusan sekolah anak, membayar tagihan listrik, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, lebih menyerahkan tanggung jawabnya kepada istri, meskipun tidak disampaikannya secara verbal.

Terkadang suami bersikap abai dengan sengaja membiarkan istri mencukupi segalanya, sampai-sampai suami tak sedikitpun memberi hasil kerjanya pada istri dengan pertimbangan bahwa istri sudah mencukupinya.

Sedangkan suami lebih mempergunakan pendapatan (uang) yang menjadi hak keluarga, untuk kepentingan pribadinya atau kalau tidak, akan mengatur sesuai keinginannya.

Sahabat Ummi, jika istri memiliki pendapatan sendiri dengan usaha yang dilakukannya, bukan berarti suami dibolehkan meninggalkan kewajiban yang sudah seharusnya ditunaikan.

Kecuali, jika memang ada sebab musabab yang menjadi alasan suami tidak mampu mencari nafkah sebagaimana yang seharusnya dikerjakan, contohnya suami sakit.

Tak jarang ada beberapa istri yang mengeluh dan merasa keberatan dengan langkah atau tindakan suami yang demikian.

Tatkala ia (istri) berniat mencari uang tambahan untuk membantu meringankan beban kewajiban suami, justru suami bukan semakin gigih dalam bekerja, agar tercipta berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Namun, lebih ke pengharapan, —toh istri sudah memenuhi semua kebutuhan keluarga, jadi gak perlu disodori uang lagi. Alhasil, istri menanggung semua urusan makan, pakaian, iuran, dan sebagainya.

Sahabat Ummi, dalam Islam uang yang didapatkan istri dari hasil keringatnya sendiri merupakan hak miliknya pribadi.

Suami tak memiliki hak untuk ikut menikmati atau menggunakannya, kecuali atas izin dan keridhoan/keikhlasan istri.

Jadi, jika istri ikut menjadi tulang punggung keluarga,  suami tetap berkewajiban memberikan nafkah kepada istri, bukan ikut menikmati hasil jerih payah istri tanpa mempermasahkan, sebab istri adalah miliknya.

Istri adalah hak suami, namun harta hasil kerja istri bukanlah milik suami. Jika istri ikut berperan membantu suami, sudah semestinya suami tetap pada kewajibannya, dan akan lebih baiknya suami semakin menguatkan eksistensinya dalam bekerja agar mendapatkan perolehan yang maksimal.

Dengan harapan, semua kebutuhan keluarga tercukupi tanpa istri harus ikut bersusah payah menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mengurus keluarga serta pencari nafkah.
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...