Mau tahu bagaimana Orang Yahudi meraih kesuksesannya? Jika ya, temukan jawabannya di sini! Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang dikenal sebagai penghasil para pebisnis paling sukses di dunia. Sederet nama miliader dunia seperti Michael Dell (CEO Perusahaan laptop Dell), Mark Zuckerberg (CEO Facebook), serta Roman Abramovich (Pemilik klub sepakbola Chelsea) adalah contoh nama pengusaha sukses kelas dunia yang selanjutnya diketahui memiliki darah Yahudi. Bahkan Majalah Forbes mencatat kalau 10 persen orang terkaya dan CEO perusahaan terbesar di dunia adalah milik pengusaha berkebangsaan Yahudi. Meski secara populasi kecil (hanya sekitar 0,2 persen dari total seluruh jumlah manusia), Bangsa Yahudi justru bisa menunjukkan eksistensi lewat kecerdasan mereka membangun usaha. Pertanyaannya kini, apa sih yang sebetulnya membuat Bangsa Yahudi begitu unggul? Simak ulasannya dalam artikel di Veryfund kali ini jika ingin mengetahuinya!
Ibu-ibu di Yahudi akan mulai mempersiapkan anaknya untuk jadi anak yang cerdas bahkan sejak mulai dari dalam kandungan
Dipersiapkan sejak dalam kandungan via jewishbusinessnews.com
Saat seorang ibu di Yahudi dinyatakan hamil, ia akan sangat menjaga kualitas kecerdasaan dan kesehatan anak dalam kandungannya. Mulai dari menjaga pola makan dengan memakan ikan salmon setiap hari, mengonsumsi buah, sekaligus minum vitamin minyak ikan yang diharapkan akan meningkatkan kecerdasan otak sang anak. Tidak hanya dari segi apa yang dimakan, ibu-ibu Bangsa Yahudi saat hamil juga melakukan berbagai kegiatan yang diyakini bisa membuat sang anak lebih cerdas lagi. Kegiatan tersebut adalah mendengarkan musik klasik, mengerjakan soal-soal matematika, sampai dengan mengisi teka-teki silang. Mendengarkan musik klasik dipercaya bisa membuat si anak lebih tenang dan ketika mengambil keputusan lebih matang. Sementara berlatih soal-soal matematika akan melatih logika si anak nantinya.
Mengembangkan potensi diri sendiri dan mengasahnya hingga expert
Belajar hingga expert www.jta.org
Ketika beranjak dewasa umumnya Orang Yahudi akan mempelajari suatu bidang hingga menjadi ahli. Mereka tidak akan mencoba menguasai semuanya tapi justru fokus sampai bidang yang memang ia sukai bisa betul-betul dikuasai. Misalnya saja seseorang yang menyukai bidang melukis, mereka akan secara serius mempelajari membuat lukisan hebat dan terus mengembangkannya. Bagi seorang Yahudi lebih penting menguasai satu bidang hingga menjadi expert daripada mencoba menguasai banyak hal tapi justru tak satupun bisa dikuasai secara profesional. Karenanya bila sudah tahu apa yang memang disukai mereka akan mempelajarinya sebaik mungkin hingga menjadi ahli. Filosofi untuk menguasai suatu hal hingga di level tertinggi inilah yang membuat Orang Yahudi menjadi sulit dikalahkan dari orang lain yang juga menekuni bidang yang sama.
Berani mengambil resiko dan menjadikan kegagalan sebagai ajang untuk belajar
Orang-orang Yahudi adalah golongan manusia yang tidak takut mengambil resiko, termasuk saat merintis sebuah bisnis. Mereka yang ingin mengembangkan usaha di bidang teknologi misalnya tidak takut mengeluarkan modal besar asalkan keuntungan yang didapatkan nantinya dianggap sesuai. Belajar ke negara lain pun akan dilakukan bila memang hal tersebut memang diperlukan. Mereka tidak akan merasa rugi mengeluarkan uang yang banyak untuk sesuatu jika memang itu dirasa perlu. Bangsa Yahudi juga dikenal sebagai golongan spekulan pemberani yang mau mengambil resiko besar. Mereka selalu percaya bahwa untuk mencapi keberhasilan yang besar diperlukan pengorbanan (belajar sebaik-baiknya) dan juga keberanian mengambil resiko. Tanpa adanya dua hal ini maka mereka merasa bahwa hanya akan ada pada zona yang itu-itu saja. Orang-orang ini juga tidak takut pada kegagalan karena bagi mereka kegagalan adalah salah satu cara untuk belajar.
Mereka tidak akan ragu untuk mempelajari hal baru kapan dan dengan siapa saja
Prinsip sukses Orang Yahudi yang dapat kita tiru adalah mereka tidak pernah merasa terlambat untuk belajar. Setua apapun usia orang tersebut, selama hal yang baru itu harus dipelajari mereka tidak akan enggan mempelajarinya. Orang Yahudi tidak percaya dengan istilah “ sudah terlambat untuk belajar”. Mereka selalu meyakini bahwa selama seseorang mau belajar tidak pernah ada kata terlambat dan sia-sia. Hebatnya lagi, Orang Yahudi juga tak ragu mempelajari sesuatu dari siapa pun. Bagi seorang pemimpin di perusahaan misalnya, ia akan belajar dari karyawannya tentang suatu hal jika hal tersebut memang diperlukan untuk diketahui. Mereka tidak merasa malu dan gengsi belajar dari orang yang secara posisi berada di bawahnya. Keinginan Orang Yahudi untuk terus menggali pengetahuan kapan dan pada siapa saja inilah yang membuat mereka terus unggul.
Percaya pada kemampuan diri sendiri dan berpikiran positif
Percaya pada kemampuan diri sendiri via www.timesofisrael.com
Rahasia terakhir di balik keberhasilan Orang Yahudi adalah mereka selalu percaya dengan kemampuan diri sendiri. Modal kecerdasan yang sudah dipupuk sejak masih dalam kandungan ditambah dengan kemauan untuk belajar menjadikan Orang Yahudi percaya dengan kemampuan dirinya sendiri. Orang Yahudi selalu yakin bahwa dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin keberhasilan pasti bisa diraih. Mereka juga senantiasa berpikir positif dengan dalam menjalani hidup ini. Sekalipun keberhasilan belum ada di tangan, mereka tidak lantas cepat putus asa. Sebaliknya, mereka akan terus berusaha dengan segenap kekuatan yang dipunya hingga suatu saat nanti bisa mencapai kesuksesan yang mereka inginkan. Keberhasilan Orang Yahudi menjalani hidup tentu bukanlah hal mudah yang didapat dengan serta merta. Mereka dikenal sebagai golongan orang yang senantiasa mau berusaha guna mendapatkan apa yang diinginkan. Semoga rahasia di balik kesuksesan Orang Yahudi ini bisa menginspirasi kamu semua ya.