Bank Dunia: Saat Ekonomi Dunia Suram, Indonesia Tetap Stabil.
Gallery Batak,- Data Bank Dunia merilis laporan terbaru terkait prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 hingga 2021 mendatang. Laporan tersebut bertajuk Darkening Skies, cerminan dari situasi ekonomi dunia akibat perang dagang.
“Darkening Skies menyorot betapa rawannya juncture (titik krusial) ekonomi terkini. Singkatnya, pertumbuhan telah melemah, ketegangan dagang masih tinggi, beberapa ekonomi negara berkembang mengalami stres finansial, dan outlook risiko telah bertambah,” tulis laporan Bank Dunia.
Bagaimana nasib Indonesia?
Jika melihat laporan tersebut, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia terpantau perlahan tapi pasti naik selama tiga tahun berturut-turut.
“Darkening Skies menyorot betapa rawannya juncture (titik krusial) ekonomi terkini. Singkatnya, pertumbuhan telah melemah, ketegangan dagang masih tinggi, beberapa ekonomi negara berkembang mengalami stres finansial, dan outlook risiko telah bertambah,” tulis laporan Bank Dunia.
Bagaimana nasib Indonesia?
Jika melihat laporan tersebut, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia terpantau perlahan tapi pasti naik selama tiga tahun berturut-turut.
Pada tahun 2016, ekonomi Indonesia ada di angka 5 persen, tahun selanjutnya naik 5,1 persen, dan tahun 2018 menjadi 5,2 persen.
Pada tahun yang “muram” ini, ekonomi Indonesia untungnya diprediksi tidak akan menurun, melainkan stabil di angka 5,2 persen. Barulah tahun selanjutnya ekonomi akan kembali naik ke level yang lebih tinggi 5,3 persen.
Dibandingkan negara berkembang lain seperti negeri jiran Malaysia tetangga kita, kondisi Indonesia relatif baik. Sebab, ekonomi Malaysia justru secara perlahan stagnan dan menurun dari 4,7 persen ke 4,6 persen hingga 2021.
Kondisi ekonomi Indonesia malah jauh lebih stabil ketimbang Turki. Ekonomi negara itu terjun bebas dari 7,4 persen di tahun 2017 menjadi 3,5 persen di tahun 2018, dan diprediksi terperosok ke angka 1,6 persen tahun ini.
Pada tahun yang “muram” ini, ekonomi Indonesia untungnya diprediksi tidak akan menurun, melainkan stabil di angka 5,2 persen. Barulah tahun selanjutnya ekonomi akan kembali naik ke level yang lebih tinggi 5,3 persen.
Dibandingkan negara berkembang lain seperti negeri jiran Malaysia tetangga kita, kondisi Indonesia relatif baik. Sebab, ekonomi Malaysia justru secara perlahan stagnan dan menurun dari 4,7 persen ke 4,6 persen hingga 2021.
Kondisi ekonomi Indonesia malah jauh lebih stabil ketimbang Turki. Ekonomi negara itu terjun bebas dari 7,4 persen di tahun 2017 menjadi 3,5 persen di tahun 2018, dan diprediksi terperosok ke angka 1,6 persen tahun ini.
Pemerintah Indonesia juga sudah menyadari kondisi ekonomi dunia di tahun 2019. Solusi yang ditempuh Presiden Joko Widodo di antaranya perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga meminta berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ekonomi global yang terjadi saat ini.
sumber : liputan6